Searching.......

Sabtu, 12 Maret 2011

Al-Fatihah (Call for help)

Bismillah....Al Fatihah adalah surat yang wajib kita sebut dalam shalat, tanpa menyebutnya shalat kita terputus, lha klo keputus berarti g nymbung. Al Fatihah mngndung keistimewaan,selain Ummul Qur’an (yakni, Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4427), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1457), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (3124)] semakin kamu mempelajari, semakin kamu menemukan hal baru.


Nah, ayo sedikit membahas keistimewaannya,  


Al-Fatihah adalah Surat yg paling agung dalam Al Qur’an.Berdasarkan hadits Abu Sa’I'd bin Al Mu’alla bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Sungguh aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung dalam Al Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”. Yaitu Al Fatihah”. (HR Bukhari Muslim).  Dalam surat ini, ALLAH Azza wa Jalla berfirman : ‘Aku telah membagi shalat (maksudnya surah Al Fatihah) menjadi dua bagian antara Aku dan hambaKu. Dan hambaKu akan mendapatkan apa yang ia minta. Maka apabila ia mengucapkan ‘Alhamdulillahi rabbil ‘alamin’, Allah pun berkata : ‘H ambaKu telah memujiKu’. Dan bila sang hamba mengucapkan ‘Ar Rahmanirrahim’ maka Allah pun berkata : ‘HambaKu telah menyanjungKu’. Maka bila sang hamba membaca ‘Maliki yaumiddin’, Allah pun berkata : ‘HambaKu telah mengagungkanKu’. Dan terkadang Ia mengatakan : ‘HambaKu telah menyerahkan urusannya kepadaKu’. Dan tatkala sang hamba mengucapkan : ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’, Allah berkata : ‘Inilah batas pembagi (surah Al Fatihah) antara Aku dan hambaKu, dan untuk hambaKu apa yang ia minta. Maka bila sang hamba membaca ‘Ihdinashshirathal mustaqim, Shiratalladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim wala-dhdhallin’ , Allah berkata : ‘Ini adalah untuk hambaKu, dan untuknya apa yang telah ia minta’. (HR. Muslim dan An Nasa’iy).


Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.(2;74)


Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.(7;179)


LOh, ayat apaan tuh?? tiba2 nongol g ad hubungannya sama AL Fatihah.....?? Eits, tidak bisa...banyak ayat yang ada hubungannya
Dalam Al-Fatihah yang paling pokok adalah sebuah permohonan, permohonan dari hamba yang lemah , dan berharap yang maha pengasih mau memberikan kasih sayangNYA. Permohonan ini berlanjut kepada sikap kita seterusnya, misalnya saja sujud , terlebih ke dalam kehidupan sehari-hari(sujud adalah saat yang paling dekat antara ALLAH dan hambaNYA, Dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bersabda: Kondisi yang paling dekat seorang hamba kepada Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa, hal itu patut untuk dikabulkan bagimu. (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud dan al-Nasai) dimana saat itu saat penuh kerendah dirian kita, berdoa kepada Dzat yang Maha Tinggi, Maha menguasai untuk dikabulkannya permohonan kita. 


Nah, ini yang seru...Permohonan kita adalah Tunjukilah kami jalan yang lurus, bukan berilah aku rizki, berilah aku jodoh, dsb. Tapi, disitu istimewanya, jalan yang lurus berarti jodoh, rizki, dsb. Yaitu jalan yang baik, mendapat anugrah dan bukan jalan yang sesat (kalau ngga berdoa, dan malah mendapat jalan yang sesat bisa aja jodoh tetangga diambil, rizki yang gag halal diembat, dsb). Jadi, uda mencakup semuanya tuh...


Eh, masalah yang diperkirakan adalah semua shalat, tapi kok masih banyak yang berakhlak buruk, (tersesat bisa jadi tuh..dan mungkin aku juga gt :( sigh.....). Bisa jadi karena doa kita yang bermasalah (dari niat atau dari lafadz), bisa jadi karena itulah ujian dan belum diberikan (kan banyak tuh orang2 yang buruk tiba2 jadi baik hanya karena 1 hal). Bisa jadi shalatnya bermasalah (lhiat adab rukun syarat shalat aja dah ^^) maupun....(nah ini nih!!)


Bisikan atau petujuk berupa jalan yang lurus itu sebetulnya sudah diberikan kepada kita, namun mungkin kita enggan melaksanakannya, atau ngga tau apakah itu sebenarnya petunjuk atau nafsu, dikarenakan kita yang merasa paling benar dan ada rasa sombong(tinggi hati, berlawanan dengan hakikat sujud tadi) atau HATI KITA YANG BERSIFAT MEMANTULKAN PETUNJUK.(untuk apa2 saja yang bisa mengubah hati menjadi memantulkan petunjuk, silahkan didiskusikan dengan para Ustadz, Ulama, atau kyai2, kemudian sama2 berbagi, ya..supaya sama2 mengerti apa saja sih???) Karena , sesuai ayat 2;74 sebenarnya setiap saat ini Hati membisiki kebaikan, namun kita aja ada penghalangnya. Serius!! cobalah  berbicara dengan dirimu, barangkali merenung sejenak, setengah jam mungkin dan mencoba memahamiNYA seperti ayat 7;179.


Mari kita sama sama berjuang....be better with ALLAH  سبحانه وتعالى‎ help. 


--" moga2 ini g menyesatkan, kalo salah ini murni dariku ya....kalau benar dar ALLAH  سبحانه وتعالى

0 komentar:

Posting Komentar