Searching.......

Sabtu, 07 Mei 2011

Mampukah Kita Menjadi Hadiah Terindah ???

by : the lost boy *13


Pada suatu hari nanti kita akan menjalani peran bukan hanya sebagai anak. Tapi akan berperan juga sebagai seorang suami atau istri dan juga orang tua dari anak-anak kita. Kita akan menikah dengan seorang yang akan temani sisa perjalanan kita sepanjang waktu. Ya, teman hidup, teman tidur, teman yang paling dekat dengan kita. Teman meniti pendakian kehidupan. Teman yang akan mengiringi kita mengayuh biduk rumah tangga di lautan kehidupan. Teman yang akan senantiasa menyediakan waktu untuk berbagi suka lara kehidupan. Yang akan menghibur kala badai cobaan menerpa. Yang akan menemani perjuangan mendidik putra putri kita. Jika kita punya teman yang dekat sekalipun, mungkin suatu saat ketika kita butuhkan dia juga sedang memenuhi hajatnya sendiri. Tapi teman hidup akan selalu ada ketika kita butuhkan.
Jika kita ingin melakukan perjalanan panjang yang penuh rintangan tentu kita akan memilih teman yang bisa menguatkan dan menyokong kita bila suatu saat kita terjerumus dalam rintangan tersebut. Dan perjalanan kehidupan tentu penuh onak duri yang merintangi perputarannya. Tentu kita butuh teman yang setia dan sedia melewati rintangan kehidupan dengan penuh keikhlasan. Kita memerlukan orang yang akan membangkitkan semangat ketika di tengah perjalanan kita lesu untuk berjalan. Yang akan mengobati luka kerana duri cobaan.
Mengingat perjalanan yang akan kita jalani seperti itu tentu kita harus selektif dalam menentukan teman hidup. Menikah bukan urusan satu atau dua tahun. Menikah bukan hanya untuk bermain dan bersenang-senang. Ketika telah tereguk madu keindahan mahligai bisa kita akhiri. Bukan... menikah adalah peristiwa sakral dalam perjalanan hidup. Menikah memerlukan kesetiaan. Menikah berarti berani menjalani kehidupan bersama dengan berbagai resikonya.
Tidak dipungkiri bahwa ketika awal menikah tentu rasa cinta dan kemesraan akan senantiasa tampak. Seolah ingin senantiasa di rumah untuk selalu bersama sang ratu istana kita. Tapi seiring berputarnya waktu entah mengapa rasa itu mulai memudar. Dan di sinilah kesungguhan kita menikah diuji. Belum lagi ketika di tengah perjalanan kita menghadapi suatu ujian yang merenggut sedikit hal dari diri kita. Semisal kita mengalami cacat atau mengalami kebangkrutan. Di sinilah ujian pernikahan kita diuji. Mampukah kita menerima dan tetap memberi dukungan kepada pasangan kita?????
Ketika mahligai kita terusik dengan gelombang cobaan, mampukah kita bertahan. Mampukah kita menjadi hadiah terindah bagi pasangan kita. Yang akan bersama mencari jalan untuk keluar dari gelombang cobaan itu. Mampukah kita setia menemani pasangan kita dalam situasi tersulit sekalipun?????
Semoga kita bisa menjadi hadiah terindah bagi pasangan kita...



AAMIIN...saling mendoakan.....

0 komentar:

Posting Komentar