Searching.......

Rabu, 27 Juli 2011

Metode Penelitian -Angket-

Struktur Batang Tubuh Angket
1. Judul angket
2. Pengantar yang berisi tujuan dan petunjuk pengisian.
3. Item-item pertanyaan, bisa juga opini atau pendapat, fakta.  Pengisian identitas dalam angket tergantung tujuannya, karena kadang-kadang
indentitas tidak diperlukan. Misalnya angket yang bertujuan atau menginginkan
opini atau pendapat umum.
C. Bentuk-bentuk Pertanyaan dalam Angket.
1. Pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan yang telah mendapat pengarahan dari
penyusun angket. Responden tinggal memilih jawaban-jawaban yang telah
disediakan dalam kuesioner itu. Jadi jawabannya telah terikat, responden tidak
dapat memberikan jawabannya secara bebas.
2. Pertanyaan terbuka yaitu menghendaki jawaban responden sebebas-bebasnya
dengan uraian yang lengkap
3. Daftar cek. Contohnya : Tulislah tanda cek ( V ) di bawah lajur ya, apabila
pertanyaan yang bersangkutan sesuai dengan pendapat saudara dan tulislah tanda
itu di bawah lajur tidak, apabila pertanyaan itu tidak sesuai dengan pendapat
saudara.

D. Macam-macam Angket
 1. Dilihat dari cara memberikannya, angket dapat dibedakan:
a. Angket langsung, yaitu bila angket itu langsung diberikan kepada responden yang
ingin diselidiki . Jawaban diperoleh dari sumber pertama tanpa menggunakan
perantara.
b. Angket tidak langsung, yaitu bila angket itu disampaiakan kepada orang lain ang
diminta pendapat tentang pendapat atau keadaan orang lain. Jawaban angket itu
diperoleh dengan melalui perantara, sehingga jawabannya tidak dari sumber
pertama.
 2. Dilihat dari strukturnya, angket dapat dibedakan menjadi :
a. Angket berstruktur, yaitu angket yang bersifat tegas, konkrit dengan pertanyaanpertanyaan yang terbatas dan menghendaki jawaban yang tegas dan terbatas pula.
b. Angket tak berstruktur, dipergunakan apabila konselor menginginkan uraian
lengkap dari subyek tentang sesuatu hal, di mana diminta uraian yang terbuka dan
panjang lebar. Disampaikan dengan mengajukan pertanyaan bebas.
E. Hal -hal yang Harus Diperhatikan dalam Angket. 1. Angket dipergunakan dalam keadaan atau situasi yang setepat-tepatnya. Misalnya
bila kekurangan waktu, sasaran banyak/luas maka dalam situasi demikian akan
tepat apabila kita menggunakan angket.
2. Terlebih dahulu ditentukan tujuan angket itu, baik  tujuan umum maupun tujuan
khusus. Misalnya apakah yang dituju itu tentang latar belakang sosial anak. Tujuan
itu akan menentukan pertanyaan-pertanyaan yang akan disusun . Tanpa adanya
tujuan yang jelas kita akan sulit menyusun  pertanyaan.
3. Tentukan dan susunlah pertanyaan-pertanyaan itu dengan sebaik-baiknya. Banyak
angket kurang berharga karena kesalahan-kesalahan dalam pertanyaannya.
4. Apabila pertanyaan-pertanyaan itu sudah ditentukan  maka pertanyaan -pertanyaan
itu selanjutnya digolong-golongkan menurut golongannya masing-masing, agar
lebih sistematis dan lebih mudah dalam mengadakan penggolongan lebih lanjut.
5. Bila telah tersusun, diadakan ceking atau uji coba untuk memeriksa kemungkinan
adanya pertanyaan-pertanyaan yang perlu diperbaiki, sehingga diharapkan akan
mendapat angket yang baik.
F. Petunjuk-petunjuk Penyusunan Pertanyaan dalam Angket
1. Menggunakan kata-kata yang tidak mengandung arti rangkap.
2. Susunan kalimat hendaknya sederhana tapi jelas.
3. Menghindari pemakaian kata yang tidak ada gunanya
4. Menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu.
5. Mencantumkan kemungkinan jawaban sebanyak mungkin supaya subyek
mempunyai kemungkinan pilihan yang bebas. 6. Pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan responden sehingga
dapat dijawab dengan baik.
7. Hindarkan kata-kata yang bersifat sugestif dan juga kata yang bersifat negatif.
8. Pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab.
9. Bentuk berstruktur lebih baik dari pada bentuk terbuka.
10. Pertanyaan jangan membuat responden berpikir terlalu berat.
11. Pergunakan kata-kata yang netral, tidak menyinggung perasaan dan harga diri
responden.
G. Langkah-langkah Penyusunan Angket.
1. Persiapan.
2. Menentukan sasaran.
3. Menentukan tujuan.
4. Menentukan jenis informasi yang dibutuhkan.
5. Merancang bentuk-bentuk pertanyaan untuk memperoleh informasi yang
dibutuhkan.
H. Kegunaan Angket dalam Bimbingan.
1. Untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan
catatan permanen.
2. Untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain.
3. Pembuatan evaluasi progam bimbingan
4. Untuk mengambil sampling sikap/pendapat dari responden
I. Kelebihan Angket.1. Merupakan metode yang praktis, karena dapat dipergunakan untuk mengumpulkan
data kepada sejumlah responden dalam jumlah yang banyak dan waktu yang
singkat.
2. Merupakan metode yang ekonomis, dari segi tenaga yang dibutuhkan.
3. Setiap responden menerima sejumlah pertanyaan yang sama.
4. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan keterangan.
5. Responden mempunyai waktu cukup untuk menjawab pertanyaan.
6. Pengaruh subyektif dapat dihindarkan.
J. Keterbatasan Angket.
1. Sulit untuk mendapat jaminan bahwa responden akan memberikan jawaban yang
tepat.
2. Terbatas hanya pada responden yang bisa membaca dan menulis.
3. Karena tidak berhadapan langsung dengan responden,  maka bila ada pertanyaan
yang kurang jelas, responden tidak dapat mendapatkan keterangan lebih lanjut.
4. Bersifat kaku, karena pertanyaan-pertanyaan dalam angket telah ditentukan,
sehingga tidak dapat diubah sesuai dengan keadaan sekitar.
5. Sulit mendapatkan jaminan bahwa semua responden akan mengembalikan angket
yang diberikan.


Sumber

0 komentar:

Posting Komentar