Searching.......

Selasa, 23 Agustus 2011

Mengimamkan Imam

Lazimnya imam shalat dipilih karena bacaannya, namun terkadang imam shalat terpilih karena tidak ada yang mau, karena tidak ada yang lain, dan mungkin karena alasan2 yang lain....
Hal ini adalah lumrah, mengingat kurangnya sosok imam di tiap masjid atau tiap tempat di bumi ini. Namun, 1 hal yang perlu diingat, bahwasanya jangan sampai seperti indonesia (CONTOH aja nih ^^)

Zaman memang berubah, kata mbah saya dulu itu pas pemilu masih zamannya PKI, dan Masyumi (bebuyutan) kalau pemilu yang menang PKI, Masyumi lapang dada dan mendukung penuh pemerintahan dan sebaliknya. Kalau sekarang misal partai A menang, partai B menjadi oposisi untuk mengkritisi kebijakan pemerintah.
pembentukan oposisi karena ketidak percayaan partai B mewakili masyarakat untuk mengkritisi kebijakan pemerintah dalam rangka pemerintahan yang lebih sehat, lebih bijak.

(mas...mas...kok malah politik??)

(eh..iya...keterusan)

jadi gini, zaman dulu....saat masih nyaman suasana pemerintahannya, rakyat menjadi benar2 percaya kepada pemerintahannya, prestasi negara lebih baik dibandingkan sekarang, perekonomian juga demikian

Imam dalam suatu negara atau suatu kumpulan dapat dianalogikan dalam imam shalat

"Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka apabila ia telah bertakbir, bertakbirlah kalian dan jangan bertakbir sebelum ia bertakbir. Apabila ia telah ruku', maka ruku'lah kalian dan jangan ruku' sebelum ia ruku'. Apabila ia mengucapkan (sami'allaahu liman hamidah) maka ucapkanlah (allaahumma rabbanaa lakal hamdu). Apabila ia telah sujud, sujudlah kalian dan jangan sujud sebelum ia sujud. Apabila ia sholat berdiri maka sholatlah kalian dengan berdiri dan apabila ia sholat dengan duduk maka sholatlah kalian semua dengan duduk." Riwayat Abu Dawud. Lafadznya berasal dari Shahih Bukhari-Muslim."


Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melihat para sahabatnya mundur ke belakang. Maka beliau bersabda: "Majulah kalian dan ikutilah aku, dan hendaknya orang-orang di belakangmu mengikuti kalian." Riwayat Muslim"



Amar Ibnu Salamah berkata: Ayahku berkata: Aku sampaikan sesuatu yang benar-benar dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Beliau bersabda: "Bila waktu sholat telah datang, maka hendaknya seorang di antara kamu beradzan dan hendaknya orang yang paling banyak menghapal Qur'an di antara kamu menjadi imam." Amar berkata: Lalu mereka mencari-cari dan tidak ada seorang pun yang lebih banyak menghapal Qur'an melebihi diriku, maka mereka memajukan aku (untuk menjadi imam) padahal aku baru berumur enam atau tujuh tahun. Diriwayatkan oleh Bukhari, Abu Dawud dan Nasa'i. 





Melihat beberapa riwayat hadits diatas , nampaknya perlu untuk mencari imam yang benar2 paham akan apa yang dijadikan kendala, dan membuat imam menjadi imam.....DIPERCAYA =D

0 komentar:

Poskan Komentar